CERITA : RINKA - BAGIAN 6
Terbang Entah
Kemana
KRAKKK!!!!
Suatu pagi,
ada suara yang sangat keras muncul di dekat halaman belakang rumah. Suara itu
terdengar seperti potongan besi yang jatuh ke berserakan ke lantai. Sepertinya,
burung kakaktua yang dipelihara oleh bapak telah kabur dari sangkarnya.
Sebenarnya ia terpaksa untuk memelihara burung itu karena itu merupakan
pemberian dari teman baiknya. Jadi terpaksa untuk menyimpannya di rumah. Dan
seperti dugaanku, hal itu benar. Hewan
bersayap itu pergi menghilang entah kemana. Yang tersisa hanyalah bulunya yang
terkadang rontok, sudah berserakan di sangkar. Sudah beberapa hari terakhir
ini, ia berusaha untuk kabur dari sangkarnya. Ia berkali-kali berusaha menggigit
pintu sangkarnya dan memukul-mukul sangkar dengan cakarnya. Terakhir kali
kulihat, jeruji-jeruji besi pada sangkar sudah agak bengkok. Ketika aku
beritahu soal kakaktua yang lepas itu, ia biasa-biasa saja. Malah tampak
senang, karena sesungguhnya ia tidak suka degan hewan itu. Sangat disayangkan,
padahal sebenarnya aku suka dengan kakaktua berwarna putih itu. Ditambah lagi
ada jambulnya yang berwarna kuning. Burung itu tampak lucu sekali. Tapi, mau
bagaimana lagi? Burung itu sekarang sudah kabur entah kemana.
Aku ingin
berbagi cerita lain dariku. Aku juga senang dengan dunia fauna. Dimana di keluargaku
tidak begitu menyukainya. Cukup aneh mungkin. Yang aku tahu hanya ada Tante Lisa. Mungkin karena ia
merupakan seorang guru biologi. Di rumahnya juga ia menyimpan beberapa
binatang. Seperti ikan, kucing, dan juga kelinci. Menyenangkan mempunyai banyak
binatang seperti itu. Sayangnya, aku jarang sekali bertemu dengannya.
Setidaknya dua tahun sekali. Ia memang tinggal sangat jauh dari tempat tinggal
kami. Aku berharap bisa mengobrol dengan lama bersamanya. Terakhir kali kami
bertemu, kami hanya basa-basi saja. Tidak ada yang begitu menarik. Namun, aku
tertarik mengobrol dengannya. Sepertinya menyenangkan.
Aku memiliki
buku yang penuh dengan isi gambar binatang. Mulai dari kucing rumahan hingga
gajah yang berada di Afrika jauh di sana. Aku membeli buku itu pada saat hari
ulang tahunku dua tahun lalu. Ibu sebenarnya kurang setuju. Karena suatu hal,
ibu kurang suka dengan binatang. Tapi, bukan berarti ia tidak menyayangi hewan.
Buku yang aku beli baru ada 3 buah. Ada 6 buku lagi yang harus aku beli, agar
lengkap satu seri. Ibu tetap membelikannya karena ia tahu pasti buku-buku itu
akan bermanfaat bagi diriku nantinya. Ibu bilang ia akan membelikannya jika aku
mendapat nilai yang bagus ketika masuk sekolah nanti. Aku akan berusaha sekuat
mungkin untuk mendapatkan buku-buku itu nanti. Itulah janji dari ibu. Dan aku
juga mempunyai buku gambar yang isinya gmbar kucing dan ikan. Aku memang suka
menggambar sejak kecil. Terutama menggambar hewan dan pohon-pohon. Bagiku itu
tampak bagus dan menarik di mata. Atau mungkin hal paling indah yang aku lihat.
Bagiku pohon itu tampak menyejukkan. Warna hijau pada daun, aku suka itu. Aku
tak tahu mengapa di keluargaku tidak ada yang terlalu menyukai binatang. Apakah
diriku berbeda dengan yang lain? Entahlah.
Comments
Post a Comment